PRIA – Indonesian LGBT Short Film (Official)

INSTAGRAM:
Aris – @chiccokurniawan
Peter – @blandie__
Gita- @gladhys

Film – @Pria_Film

In a time of great expectation and pressure stemming from the traditions of his upbringing, Aris, a gay Muslim teenager living in rural Indonesia-finds himself increasingly drawn to his well-traveled English teacher despite his upcoming marital preparations to a woman he harbors no romantic feelings for. With his whole life planned out for him by his overprotective mother, Aris struggles with the conflicting notions of tradition, duty and his own personal idea of happiness.

IMDB:

36 COMMENTS

  1. Perkenankan saya analisis sedikit.
    Film ini bercerita ttg sosok aris dengan ibunya, dimana dalam budaya nusantara khususnya jawa, mengikuti egoisme orang tua sama dengan berbakti, dan ibunya dudah mengetahui bahwa aris adalah berbeda dengan pria kebanyakan yakni = gay.

    Oleh karna itu, ibunya berniat menikahkan anaknya aris dengan gadis di kampung tersebut yang bernama gita, dalam suatu sesi ada perbincangan tentang ekor kuda yang dililitkan di kelamin laki2 jika ingin bersetubuh dengan istinya (baca : calon mertua nya atau bapak nya si gita mencoba memberi nasehat agar kuat dan bisa memuaskan istri di ranjang atau bisa di pahami sebagai kunci utama keharmonisan sebuah keluarga), dilain sesi ada percakapan antara gita dan aris yang menyinggung soal bau (baca : bau disini diartikan sebagai suatu hal yang tidak normal atau aib "gita menduga bahwa aris adalah Gay")

    Ibunya aris sudah mengetahui bahwasannya aris adalah penyuka sesama, oleh karna kurangnya informasi dan sosialisasi tentang LGBT, maka ibunya berkesimpulan bahwa, anak nya aris menderita kutukan, oleh karena itu, ibunya mencoba memberikan makanan yang dalam budaya setempat di yakini bisa menekan efek kutukan terhadap anaknya tersebut, dalam budaya pedesaan, menikahkan anak lebih dini adalah hal yang lumrah untuk menghindari dari perbuatan yg melanggar norma2 dan adat istiadat,

    Kisah cinta guru dan aris tersebut mungkin sudah berjalan seiring waktu.

    Pesan dan opini dalam film ini sangat menarik :
    – memberikan pencerahan bahwa LGBT itu bukanlah suatu Kutukan atau pun kesalahan.
    – mengkampanyekan bahwasanya kaum LGBT tidak harus menjadi diam dan ikut dalam panggung sandiwara pernikahan
    – mencoba menekan angka perceraian akibat kaum LGBT tidak kuat untuk menjalani bahtera rumah tangga yang ia emban sebelum ia benar2 yakin bahwasanya pernikahan bukanlah satu2nya jalan untuk bebas dari stigma negatif tentang LGBT, namun pernikahan adalah tanggung jawab.

    Atas dasar pemikiran saya yang sangat terbatas.
    Nyimakdulu dot com
    Wa 085658885197

  2. Bagaimana kalau LGBT itu anakmu…sodara..adik..kakak apa kalian akan mengutuk atau menjauhinya….orang bodoh yg menutup mata atau mengutuk…

  3. Kok ku heran yah sama org2 yg mendukung ni wkwkwkwkw haduh kiamat semakin dekat. Sadar woi kita hidup di dunia ini cma persinggahan kalau mmg sakit pergi ke psikiater atau bergaul dengan org baik2 agamanya insya Allah sakitnya hilang.

  4. Pasti orang tuanya tidak menyangka akan mempunyai anak yang LGBT. Sama, Sama seperti kita yang tidak tau anak kita akan tumbuh seperti apa. Jika anak kita LGBT apakah kita akan memusnahkan anak kita ? Apakah kita akan merasa jijik dengan anak kita ? Dewasa lah menilai sesuatu dari berbagai sudut pandang. karena belum tentu sudut pandang kita yang paling benar. Dalam agama LGBT salah ? YA. Menghakimi dan menghina pun salah dalam agama.

  5. My heart goes out to the dude. Indeed, Islam is not a religion – but a judicial & political system. Forcing a boy without a dad, from a poor family to marry that fat little sow.

  6. Pada akhirnya, film ini menunjukkan pemeran utamanya menikah. Padahal dia gay. Maksudnya film ini, mereka menunjukkan kepada semua manusia, iniloh yg org lgbtq rasakan, jika dipaksakan. Kalian tdk tahu betapa tersiksanya didalam batinnya hidup sebagai seseorang yg bukan dirinya. Sama halnya bagi kita kita yg normal, kalau kalian nikah sama orang yg tidak kalian cintai, kan gak bisa dipaksakan. Rasanya perih. Mungkin bakal nikah, punya anak, anaknya sudah SMP, dan masih bertahan. Tapi kalian tidak tahu, bpknya kalau pergi pergi entah kemana, sama siapa, ngapain? Maksudnya kan sama aja. Lagian juga perempuan yg dinikahi bakal merasa tersakiti mengetahui suaminya gay. Atau mungkin nikah, punya anak, tapi gak akan bertahan lama. Sama aja kan. Hasilnya apa? Buang waktu, uang, tenaga, makin stress. Jadi itu kira kira pesan yg disampaikan oleh film ini. Makanya dibuat #LOVEWIN. Karena mau diapa apain juga, para lgbtq gak akan bisa menjadi seperti kita yg normal. Sama aja kaya kita yg normal, mau diapa-apain juga, gk bakalan jadi salah satu dari lgbtq.
    Semoga semua menangkap dengan otak, bukan dengkul.
    Thx!

  7. Gw tau rasanya diposisi si Aris 🙁
    Nice film, seenggaknya dr film ini kalian yg Normal/Straight bs lbh bersyukur karna ga kena kelainan kyk gitu
    Btw yg jd Aris bagus bgt aktingnya, bner2 professional 🙂

  8. 1. Video ini muncul dalam rekomendasi YouTube
    2. Karena penasaran saya tonton ( Ambil Hikmahnya )
    3. Jangan sampai kita merasa Khusyuk terhadap Agama yg kita anut dan karena ke Angkuhan & Egoisme. Menjadikan kita semua tersesat (Naudzubillah "saya Muslim)
    4. Dan semoga Orang² yg masih belum sadar akan dosa, Lekas disadarkan (Amin). Dan semoga Dosa yg dahulu Orang² itu perbuat, menjadikan kesungguhan mereka untuk bertaubat. Menuntun mereka menjadi pribadi yg baik, serta menjadikan Orang² tersebut bermental Iman yg Kuat. (Amin)

    🙏🙏🙏🙏🙏

  9. ane agak bingung sama orang yang komen "orang yang lgbt harus diobati atau berubah" bahkan ada yang bilang "lgbt harus musnah" caranya emang gimana? pasti ada kaum lgbt yang taat beribadah. dan "musnah" itu maksud ngebunuh mereka gitu? bisa di jelasin lebih jelas?

  10. filem ini kental dengan propaganda untuk mendukung dan membenarkan penyimpangan kaum LGBT.
    Dan sbagai kaum muslim ,saya sangat kontra dengan filem ini.
    Mau bagaimanapun LGBT itu adalah sbuah penyimpangan yg ga sebaiknya didukung.

  11. Gw jijik sama komen"annya. Ngomongnya jijik tp diliat smpek abis, logikanya klo jijik saat lo nginjek tai apa mau terus lo injek" tp ngomong jijik??! Kalo ngomong jijik dari awal g ush diliat

  12. 2 kaum di hancurkan oleh Allah apakah kurang?? Bukti azab dari org² suka sama² jenis,. Yang maksiat lo, yg mabok lo, yg zinah lo, tapi kalo Allah marah terjadinya gempa yang kena bukan lu doang tolol…. ,

  13. Kasihan sih film sebagus ini tapi mayoritas yang nonton pada gaada otak upss, ngga niat ngatain sih tapi kenyataannya emang gitu. Ngga suka ya gausah nonton apa lagi komen negatif banget tentang LGBT, kita hidup juga berdampingan, manusia juga punya rencana dan jalannya masing masing, lu mau dakwah atau ngomong sampe bibir lu berbusa tentang LGBT haram lah dilarang bla bla bla tapi kalo orang lain ga percaya ya ga percaya dan lu ga bisa maksain itu. Mereka ga minta lu buat support mereka kok, kalo lu ga bisa respect aja paling ngga juga gausah ngatain, inget ya kalian juga ga lebih baik daripada mereka.
    I'm not trying to fight anyone, i just wanna tell the truth.

  14. Eneg liat komentar ngaku2 maha benar sama suka ngejudge

    Dalam agama emang hal itu gk boleh

    Tapi yg kalian harus tau, dlm hati kecil mereka juga pengen sembuh, cuma gk tau gimana caranya,
    Toh kalau ada obat yg bisa nyembuhin 100% , saya yakin akan laku keras….

    Yg perlu kalian ketahui, byk yg menderita orientasi sex mereka, sedang bingung!
    Bingung knp bisa jadi kayak gitu ?
    Obatnya apa ?
    Nyembuhin gimana ?
    Pengen normal, tapi gk tau cara hilangin orientasinya, sulit

    Dilarang dlm agama, memang, tetapi memberikan hak mereka hidup layaknya manusia normal, juga perlu, sesungguhnya mereka ingin normal….

  15. I was expecting a lot of hate comments but I didn't expect it to be THIS worse

    Indonesia has a looooooong way to go from here if they can't even accept the fact that LGBT people exist.

    (And the ironic thing is, is that i AM Indonesian)

Comments are closed.